Kalau cicak sudah dibuang, jangan harap keadilan akan datang

November 6, 2009
By wongiseng
Get the Flash Player to see this player.

Berhubung tulisan ini bener-bener iseng tanpa tujuan, lagi males mikir dan berdebat dengan orang banyak untuk mempertahankan opini. Sekali ini saya tak nulis disini saja, dan bukan cross posting dari politikana. Lha wong memang tidak ada opini, hanya sekedar menemukan kembali videonya Iwan Fals, dan beberapa baitnya terngiang dan terdengar masih relevan dengan sekerang.

Penindasan, serta kesewenang-wenangan
Banyak lagi, teramat banyak untuk disebutkan
Hoi, hentikan, hentikan jangan diteruskan.
Kami muak, dengan ketidak pastian, dan keserakahan !

Siapa yang tidak muak melihat Sinetron Balada Susno Terzolimi yang berlangsung dari selepas Magrib sampai hampir Subuh ? Yang tidak muak ya yang ndak nonton to yo. Salahku sendiri iseng nonton sinetron, sampe babak akhir pula. Babak akhir yang menggelikan dan bisa membuat mual. Kecuali kalo sampean sudah kadung blokek’an sebelumnya melihat para anggota dewan yang katanya mesti dihormati itu belajar pidato.

Lha wong katanya mau konfirmasi masalah testimoni, katanya mau minta klarifikasi, kok isinya malah anggota dewan yang terhormat belajar berpuisi, penuh pujian dan sanjungan terhadap Polri. Hayoo, tepuk tangan semua para anggota dewan yang terhormat ! wong sudah susah-susah mencoba menangis masak ndak diberi tepuk tangan.

Di bagian akhir ada closing statement dari pimpinan sidang, para wakil ketua sidang yang selama episode awal sinetron tidak kebagian jatah. Tapi kebagian untuk membuat rangkuman panjang lebar yang intinya bilang bahwa opini yang beredar dimasyarakat sekarang salah, lebih baik mengikuti penjelasan pak Kapolri. Fachry Hamzah, kalau tidak salah yang memulai rangkuman. Wakil kedua sebelah Benny siapa saya ndak tau. Terakhir kalo ndak salah Meneer Jayus juga sempat ngomong, entah bilang masalah MK lagi atau apa saya lupa. Habis closing statement ini terus dibuatlah point-point kesimpulan.

Bikin point-point kesimpulannya ini ya dagelan. Apapun yang dibicarakan di bagian awal sinetron ndak dibahas lagi. Yang ada langsung statement point pertama dari kesimpulan: “Untuk pemulihan wibawa polri dan mengurangi dampak buruk opini yang sudah beredar di masyarakat”. Wheladhalah, ini mah kesimpulan dari awal yang sudah diatur sutradara sinetron. Setelah berkali-kali direvisi kalimatnya akhirnya point ini dicoret.

Akhirnya kesimpulannya akan ada pertemuan kembali dengan melibatkan Kapolri, Pimpinan KPK, dan Kejaksaan. Untunglah point awal sutradara itu akhirnya dicoret, masak tujuan awal klarifikasi testimoni, kesimpulan akhir pemulihan wibawa Polri. Seolah-olah ndak nyambung ? Sebenernya ya nyambung, wong ini menunjukkan polisi sadar bahwa testimoni palsu itu menjatuhkan wibawa Polri.

Selain pertanyaan yang puitis dari anggota dewan yang belajar pidato, sesenggukan yang dramatis pak Susno yang terzholimi, dagelan pengambilan kesimpulan yang sudah dibuat dari awal dan berakhir tragis, ada satu lagi yang membuat miris, gambar dua tokoh utama sinetron malam itu. Blunder PR katanya Unspun, pesan yang keliatan di masyarakat adalah : Tadi nangis sekarang mringis, toss dulu ah, sinetronnya sukses.

Edit: Catatan tambahan bahwa kebetulan saya memuat lagu bongkar, tanpa niatan manut usaha pemanfaatan people power untuk kepentingan tertentu seperti dibilang di artikel ini. Yang harus dibongkar adalah keserakahan dan kesewenang-wenangan.

Tags: , , , , , , ,

2 Responses to “ Kalau cicak sudah dibuang, jangan harap keadilan akan datang ”

  1. clingakclinguk on November 9, 2009 at 11:25 am

    foto yang terakhir itu seperti foto para tokoh dalam drama setelah berakhirnya sebuah pementasan, yess, kita sukses kawan :D

  2. wongiseng on November 9, 2009 at 12:10 pm

    Yeah begitulah kesannya, moga-moga ini cuman kesan yang salah :)

Leave a Reply